Jumat, 19 Desember 2014

#dongengsatir MEMBAKAR NATAL

Pada libur Natal yang dingin dan juga panas di berbagai daerah--mungkin karena bencana alam, saya menuliskan sebuah dongeng satir tentang Natal. Biasanya dengan menggunakan hashtag #dongengsatir di Twitter, kini saya mencoba menulis dongeng satir yang agak panjang. Temanya tentang Natal yang berbeda dan sedikit terinspirasi dari sebuah lagi juga perasaan saya tentang Natal itu sendiri. Khususnya Natal yang terlalu monoton di kehidupan saya ini ....

Mari lupakan tentang dilarang mengucapkan Selamat Natal di Indonesia. Cerpen saya kali ini jauh lebih syahdu daripada kisah di negara ini. Anda sekalian boleh tidak mengucapkan Natal pada yang merayakannya. Menganggapnya kafir, mengharamkannya atau apalah, tapi karakter saya di sini lebih unggul dari kalian yang tidak mau mengucapkan Selamat Natal karena dia sanggup membakar Natal lebih daripada kalian yang percaya dan hanya berkoar bahwa Natal itu haram.

Silakan membaca cerpen saya ini. Dan cari tahu untuk apa dongeng satir ini diberi judul "Membakar Natal".

Anda bisa mengunduhnya di sini.

Selanjutnya ... silakan bersenang-senang. Terlebih saya mau mengucapkan selamat natal bagi yang merayakan dan membaca blog/cerpen ini.


Merry Christmas, You Filthy Animal ....


NB: Anda bisa berkomentar tentang link download yang rusak, cerpen yang tidak bagus, buku Jacob yang sudah terbit atau tentang apa saja di Twitter saya atau di kolom komentar.

NB: bagikan kepada siapa pun yang percaya bahwa tulisan yang menarik itu layak dibaca. Atau dia kesepian dan butuh hiburan. Atau dia juga membenci Natal. Juga kesepian


macbeth