Senin, 11 Februari 2013

DJANGO UNCHAINED REVIEW

Akhirnya nonton juga film yang mendapat nominasi di Golden Globe dan Oscar untuk tahun ini.
Entah kenapa ekspetasi orang di tahun lalu (2012) begitu besar di film besutan Quentin Tarantino ini.
Menurut saya kok malah sama kayak Inglorius Basterds buatan QT juga. Kejutannya biasa saja.
Apa ekspetasi saya berkurang? Entahlah ... yang jelas satu dari nominasi Oscar sudah saya tonton. Kurang beberapa lagi. 
 Setidaknya pilihan memasukkan Django sebagai nominasi tidak salah.

Jadi ... inilah review singkat dari saya!
Here we go ....







Cerita dimulai saat lima budak dibawa oleh Speck brother bertemu dgn seorang dentis bernama King Schultz—orang Jerman, yang mencari orang yang berasal dari perkebunan –nama sulit dihapal-.

 Django orang dari perkebunan tersebut dan King ingin membeli Django tapi tidak diperbolehkan oleh Speck bro, terpaksa King membunuh mereka dan membebaskan budak lainnya. 


Mereka kemudian berada di sebuah kota di Texas, di mana NEGRO tidak boleh naik kuda. Django negro dan itu dianggap melawan hukum. Maka Sherrif kota itu marah kepada King. King membunuh Sherrif, lalu penduduk kota memanggil Marshal kota. King menjelaskan bahwa sebenarnya Sherif kota itu adalah seorang buronan yang berharga 2000 dolar dan King sendiri adalah pembunuh bayaran. 


King cerita ke Django bahwa dirinya mencari Brittle brothers. Django ingat bahwa brothers inilah yang mencambuk istrinya. King dan Django pergi ke sebuah perkebunan, di mana pemiliknya bernama Big Daddy. Di sinilah Django menemukan Brittle Bro yang mengganti nama jadi Shaffers Bro. 

Django membunuh 2 di antara Bro tersebut dan King membunuh satu. Big Daddy marah walau King menjelaskan bahwa yang mereka bunuh adalah pembunuh. Malam harinya Big Daddy mengadakan penyerbuan terhadap King dan Django karena kesal. Tapi King sudah menjebak mereka duluan dan Big Daddy dibunuh oleh Django.


King menceritakan tentang asal usul Broomhilda—nama istri Django dan menyarankan agar Django tidak mencari istrinya karena masa itu, orang NEGRO masih sulit mendapatkan hak asasi. Akhirnya King menawarkan Django untuk menjadi pembunuh bayaran. Django menerimanya!


Tugas pertama Django adalah membunuh seseorang dan Django tidak bisa membunuhnya karena saat itu Smitty bersama anaknya. King mengajarinya sesuatu. Walau akhirnya Django membunuhnya juga. Dan di sinilah, Django benar-benar menjadi seorang pembunuh bayaran yang dingin *sebab saat itu winter.


Akhirnya Dango dan King ke daerah Mississippi. Di situ mereka tahu bahwa istri Django berada di perkebunan kapas dan pemiliknya adalah ... someone call Candy and the role is Leonardo DiCaprio.

 Di sini Django akan berperan sebagai seorang petarungnya King—pertarungan antar NEGRO di depan perapian dan membunuh lawan sampai mati, untuk mengenal lebih jauh si Candy. Walau akhirnya mereka tahu kalau istri Django ada di perkebunan tersebut.

Saat perjalanan menuju ke perkebunan, akan terlihat kekejaman si Candy dalam membunuh budaknya. Dimakan anjing.


Setelah sampai di perkebunan, Candy mengenalkan mereka kepada Steven (Samuel L. Jackson yang terlihat rapuh) yang tidak percaya Django adalah budak Negro yang bebas. Di situ ternyata istri Django sedang dihukum di sebuah kotak besi yang ditanam di bawah tanah dan telanjang. Django hanya bisa melihatnya tanpa berbuat apa-apa saat istrinya yang masih TELANJANG di bawa didorong di cart (bahasa Indonesia cart apaan sih?) dan filmnya masih satu jam lagi ... fiuh! 

Good damn you Quentin! Buat film mesti kok ya panjang-panjang!! Tapi selalu masuk nominasi ... hadeeh.


King akhirnya bertemu dengan Hilda dan mereka bicara dengan bahasa Jerman agar orang-orang Candy tidak mendengarnya. Django hanya menguping sampai King menyuruhnya masuk dan ketika mereka masuk, mereka lalu mulai GANGBANG tanpa kondom!


*salah film


Saat bertemu Django dan dia berkata, “Halo nona pembuat masalah.” Hilda langsung pingsan.


Selanjutnya saat makan, King dan Candy sedang bertransaksi untuk membeli seorang petarungnya Candy, saat itulah Steven menginterupsi dan tahu kedatangan Django dan King ke sini. Steven membuka kedok dan Candy tidak percaya walau pada akhirnya dirinya percaya bahwa King dan Django datang bukan untuk membeli petarung tapi Hilda.


King dan Django didesak dan mereka mengaku. Candy menyuruh King membeli Hilda seharga twelve thousand dollars, sama harganya dengan petarung yang menjadi kedok King ke situ. Dan akhirnya terbelilah juga Hilda.


Saat ingin keluar dari rumah Candy dan King tidak mau salaman dengan Candy, King menembak Candy dan Butch, menembak King. Matilah kedua orang itu. Lalu tembak-tembakan dengan darah muncrat ke mana-mana TERJADILAH!


Django satu, dengan pistol musuh yang mati melawan orang-orang Candy yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang ... tipikal heroes!

Tapi di sinilah peran wanita lemah selalu ada. Hilda ditawan dan Django pun harus menyerah untuk menyelamatkan wanitanya. *sigh! Thats why I dont believe film with WOMAN heroes. Duh!


Django ditawan oleh seorang koboi. Saat Django akan dikebiri,Steven datang dan mengatakan bahwa Django akan menjadi budak di pertambangan. Di sini orang yang membawa Django adalah SANG PRODUSER SENDIRI. Inilah kehebatan produser yang bisa ikut tampil di filmnya. Meh~


Saat beristirahat, Django menawarkan sang produser yang membawanya kalau di tempat dia ditangkap ada bandit berharga ratusan dolar dan jika mereka melepaskannya, Django akan membantu mereka menangkap bandit tersebut. Saat mereka percaya Django dan memberinya senjata, Django malah membunuh mereka dan meledakkan produser film itu. WOHOO!



Django mulai membebaskan Hilda! Ada sebuah adegan EPIK di mana DJANGO MENEMBAK BURUNG! THAT WAS SO EPIC!!!


Setelah pemakaman Candy, Django membunuh adik dari Candy dan meninggalkan Steven di rumah yang sudah dipasangi dinamit dan ... BOOOM! BELEGAR! CIYUUUU!! PSSFFFTTTT!! Pret! BANG!! BANGG!!

Yiippiee Kay Yay ... motherfucker!!


Oke ...
 Seperti itulah kiranya sekilas film ini.

Spaghetti Western buatan Quentin Tarantino.
 Premise film sudah ditebak dari judul film sendiri kalau jeli. Unchained = Freeman not PREMAN!

Jalinan kisahnya sendiri agak naik turun. Apalagi ketika Leonardo DC muncul. Jujur di sini Leo hanya memainkan karakter sok cool yang kaya raya yang sepertinya kalau digantikan karakter lain juga tidak masalah.


Yang jelas, Cinematography membawa film ini ke suasana sebelum perang saudara di Amerika dengan bumbu koboi yang kental. Ditambah Scoring yang epik juga.   

Sayang adegan tembak-tembakan saya nilai terlalu cepat mengambil gambarnya sehingga agak terkesan "YAH ... cuma begini doang!"

Ceritanya tidak terlalu wah. Kematian Dr. King membuat tempo ceritanya menurun.

Tapi entahlah. Apabila ini menjadi pemenang Oscar, berarti QT sudah bekerja keras!!

Django Unchained (4/5)


IX.VIII.IX
Jacob Julian   

  

2 komentar:

  1. review-nya komplit.. di film ini saya hampir tidak mengenali ben affleck karena potongan rambutnya yg beda dari biasanya
    salam kenal :)

    BalasHapus
  2. oh ada Ben Affleck di film ini?

    benarkah?

    wah berarti saya miss.

    kenal balik

    BalasHapus

macbeth