Sabtu, 17 November 2012

DREDD 2012 ... REVIEW



Dredd 3D

Untungnya saya tidak menonton film ini di fasilitas 3d yang mahalnya alayhumgambreng.

Sebuah remake lagi Hollywood. Entah kenapa sekarang Hollywood senang mendaur ulang film lama dengan touch yang baru seakan-akan takut kehilangan penonton lama mereka.

Film yang didaur ulang pasti akan selalu dikait-kaitkan dengan film lama. Ini seperti mantan yang selalu dibicarakan saat lagi cerita dengan gebetan.

Lagi pula, apakah Hollywood benar-benar kehilangan sebuah ide film? Akhir-akhir ini mereka senang sekali bermain-main di sektor; apa saja bisa jadi film. Ini hal yang sangat absurd saat saya juga mendengar bahwa prosesi penembakan Osama Bin Laden juga difilmkan.

Idenya sih baru, tapi bukannya itu justru akan menimbulkan sebuah pandemik yang ... ah sudahlah. Anggap saja ini Intro keluh kesah syahdu saya ....

Film Judge Dredd yang dulu diperankan oleh Sly Stallone. Tipikal B-Movie, padahal JD sendiri mempunyai fans-base yang kuat di sektor komik. Ya, JD ini film yang diangkat dari komik laris dan ketika di layar lebarkan sangat mengecewakan. Mereka kecewa karena tidak ada balon dialog di atas kepala Sly Stallone.
Di tahun 2012, film remakenya muncul dengan cerita baru.
Settingnya sama. Masa depan di era kehancuran karena entah-karena-apa-tidak-dijelaskan-di-awal. Tapi mereka fokus di Amerika di mana di situ ada sebuah badan hukum ala polisi tapi mereka menyebutkan Judge.

Judges sendiri adalah polisi dengan kostum ala robocop dengan peralatan canggih. Mereka ditugaskan untuk menertibkan masyarakat yang kacau di Amerika masa depan.

Lakonnya di sini bernama Dredd. Dia seorang Judge. Di awal dia akan dipasangkan dengan cewek yang sayangnya berpotensi sebagai teman tidur. Tapi gara-gara karakter Dredd yang sok cool dan gagah karena rahangnya kotak, dia pura-pura nolak. Cewek ini mempunyai sebuah kekuatan psikik, seperti mutan. 

Musuh mereka adalah pengedar-pengedar narkoba yang kalau dipakai narkobanya bakal seperti Neo di film Matrix. Bisa slow motion!
Pengedar-pengedar ini tinggalnya di sebuah apartemen dan—kenapa? Ingat The Raid? Hahaha .... 

Tapi sebenarnya ini bukan apartemen, hanya sebuah gedung bertingkat yang ada di Amerika. Dan penyerbuannya juga bukan dilakukan oleh anggota kepolisian yang bisa pencak, ini dilakukan oleh seorang Judge dan anak buahnya yang baru melawan seorang bandar narkoba besar dengan julukan Ma-ma.

Keanehan di sini adalah ... buat apa seorang bandar narkoba, harus mengalahkan dua pasang polisi, yang satunya mutan dengan mengerahkan seluruh pasukan yang dia punya. Ini sangat absurd dan khas film B-movie.

Adegan ini ditunjukkan dalam, tiga buah senjata laras panjang otomatis yang memuntahkan beribu peluru untuk menembak Dredd tapi Dredd berhasil kabur dan tidak berhasil kena satu peluru dan debu menempel di bajunya.

WOW!
 
Dan saat mereka meminta bantuan, pusat hanya meminta mereka untuk tetap hidup. Ini benar-benar, WOW! Tetap hidup, dengan amunisi segitu dan musuh begitu banyak? Dredd di film ini mengajarkan jangan menyerah dan hoki itu pasti berjalan bersamaan.

Di sini Dredd benar-benar berdarah dingin dan cool abis. Tak pernah merasa keringetan saat helmnya gak dilepas.
Bahkan Ma-Ma sendiri mengirim polisi/Judges untuk mengatasi Dredd.

Sempat-sempatnya ada adegan lucu saat polisi yang akan menangkap Dredd melawan Rookie yang punya kekuatan. pftt ....

Di sini Dredd terlihat seperti superhero tanpa ampun yang kuatnya alayhumgambreng. Bahkan saat tertembak pun, dia masih bisa mengambil peluru yang tembus ke badannya. superb!

Ending yang ditampilkan ketika, Dredd harus melawan Ma-Ma yang ternyata sudah menyiapkan bom yang dipasang dijantungnya. Jantungnya berhenti, tempat itu meledak. Tapi Dredd tetap menembaknya, memberikan narkoba, lalu mendorongnya jatuh dari atap. Film End. Bisa dibilang, gambarnya apik saat Ma-Ma terjatuh dari gedung.




Bisa diakui cinematography film ini keren. Bullet time nya di Matrix agak terasa di sini walau tidak banyak. Setingginya sederhana. Cerita datar dan aktingnya tidak terlalu menonjol. Entah apa yang mau ditunjukkan sang produser di film ini.

Untuk sebuah remake, film ini hanya menawarkan aksi yang sedikit dari film awalnya. Masih terlalu kurang dan bisa dibilang film ini kurang mendapat perhatian.

Jadi apakah film ini kayak The Raid?
Agak ... minus pencak silat!

2,5/5


tulisan saya terlalu spoiler? siapa suruh baca.

PROBLEM?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

macbeth