Sabtu, 27 Oktober 2012

Another First Book Problem ... FRIEND OR COMPETITOR?

Sebagai penulis ... saya terkadang bingung menempatkan teman-teman saya yang juga penulis. Mereka ini enaknya saya anggap sebagai apa?

Sekedar teman sharing? Atau ... teman curhat? Teman tidur? Teman mengobrol, nongkrong, berbagi rokok ... atau justru sebagai PESAING ....

Ya ... di dunia ini, kita hidup layaknya berada di sebuah arena. Kita harus bersaing untuk bertahan. Seperti kata ilmuwan, 'Survival the fittest'.

Seperti halnya di dunia kerja, menulis pun banyak saingannya. Entah itu dari senior yang sudah menulis sebelum saya lahir atau justru dari anak kemarin sore yang mempunyai daya imajinasi yang liar, yang tidak tahu di mana tempat untuk meluangkan imajinasinya ini selain di atas kertas putih polos.

Saya selalu menempatkan diri saya di posisi anak kemarin sore itu. Saya bukan senior walau buku pertama saya, sudah terbit dan beredar di pasaran. Bahkan sekarang pasti masih berada di rak-rak toko buku di negeri ini.

Saya malas sebetulnya ketika saya berhasil menerbitkan suatu karya di media massa, tiba-tiba ada anak kemarin sore yang lain menyebut saya sebagai senior. No! Saya bukan senior ... karena saya selalu berprinsip, di atas langit, masih ada langit.

Saya takut ketika saya menyebut diri saya senior, tiba-tiba BAM! saya terjatuh karena kesombongan saya. Di luar sana, masih banyak senior yang masih menulis, memberikan pelatihan kadang juga--sering bahkan, beramah tamah dengan penulis-penulis seperti saya.

Saya kadang sempat bertanya, mereka anggap penulis pemula itu sebagai apa? Teman? Murid? atau bahkan ... pesaing di jalur makan mereka?

Kebanyakan ... beberapa yang saya tanya, menjawab, mereka tidak akan menganggap penulis seperti saya ini pesaing karena ... karya kami dibandingkan mereka itu JAUH SEKALI!

Misal ... kalau saya mengirim di redaksi A, dan seorang senior juga mengirim juga di redaksi tersebut ... tanpa banyak pertimbangan ... SAYA KIRA ... jelas penulis senior yang banyak mempunyai peluang dimuat.

Faktor KKN?

dunno ...

mungkin juga adanya sedikit bau-bau konspirasi yang dilakukan oleh si mata satu.

Kembali lagi ke persoalan pertama ... enaknya, para penulis lain ini dianggap apa ya?

kenapa 'teman'?
Sebagai konklusi ... saya hanya akan menganggap mereka itu dua jenis.

Teman, jika mereka menghargai setiap karya saya. Mengapresiasinya dan membeli karya saya. Membacanya--yang terpenting!

sebagai saingan apabila,

dia ... dia ... dia ... ia ... mereka ... kalian ... kamu ... kau ....
melupakan janjinya untuk membaca dan mengapresiasi karya saya.


sekian

[JJ]

~ditulis dengan mendengarkan CLOUD ATLAS - ORIGINAL MOTION SOUNDTRACK ditambah dengan M83 - OUTRO~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

macbeth