Senin, 12 Desember 2016

Alasan Timnas Indonesia Harus Tidak Menang di Piala Suzuki AFF 2016



Alasan Timnas Indonesia Harus Tidak Menang di Piala Suzuki AFF 2016

Gegap gempita dunia sepak bola Indonesia memang harus segera dibekukan selama mungkin. Carut marut dan kejadian memalukan seperti penginjakan wasit yang hanya diberikan hukuman selama 2 tahun terlalu menyatakan orang Indonesia murah hatinya. Selama dijadwalkan bahwa mereka akan berbenah, masalah dari masa lalu kemudian muncul lagi. Pemimpin yang dicalonkan tak sesuai dengan kriteria, klub sepak bola yang masa lalu berjaya tak bisa difungsikan lagi, telenovela 90an ditayangkan kembali; contoh-contoh semacam ini bisa sejenak dilupakan karena mereka punya antidote bernama timnas.

Dari awal, timnas ini sudah tidak lagi dijagokan di ajang AFF 2016. Apalagi setelah pertandingan pertama mereka kalah dengan memuaskan kenapa bisa dengan kondisi seperti ini mereka berhak tampil di final? Sungguh tidak layak jika di final nanti mereka menang karena faktor keberuntungan. Timnas Indonesia yang berlaga di piala AFF memang harus tidak boleh menang!

Berikut alasan kenapa mereka tidak boleh menang:


  • ·         Pola tingkah masyarakat.

Masyarakat sedang dipaksa untuk menengok ke ibukota karena seakan hidup ratusan juta warga lainnya ditentukan oleh sejumput orang di sana. Isu-isu berkembang, mengiris sebagian kesadaran sehingga ketika timnas main, mereka dikaburkan oleh hiperrealitas semu disajikan selama 90 menit waktu normal. Mereka menurunkan semuanya lalu berfokus untuk menang, dan harapan itu membesar ketika mereka mendapati final sudah diraih. Harapan-harapan yang dipompa akan kempes jika di final mereka kalah--di mana itu bagus, dan meledak jika menang--di mana itu membahayakan. Kenapa membahayakan? Pola tingkah masyarakat dunia ketiga ini bisa diprediksi kalau mereka gampang sekali mengalami gejolak batin dan kecenderungan untuk meyakiti sesama lebih besar ukurannya daripada tahu bulat yang dijual lima ratusan. Mereka butuh distraksi, butuh anestesi di mana dalam dosis berlebih, dunia-dunia delusi yang mereka ciptakan jauh lebih besar dari semesta yang Neil deGrasse Tyson kagumi. Gejolak-gejolak menuju ke masyarakat delusional ini sudah tercegah ketika timnas kalah di ajang yang sama. Tahun ini efeknya jauh lebih besar jika timnas menang.


  • ·         Menyinggung 7 dosa besar.

Namanya dosa sudah pasti tidak baik ketika kelak kita percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian karena kita menanggung dosa itu disebuah utopia yang menyiksa. Mayoritas negara ini lebih percaya hal tersebut dibanding percaya kalau bumi itu datar. Saya bukan orang yang suci dan kalian orang yang berdosa sehingga harus menuliskan tentang hal ini, hanya saja percayalah dosa bernama kesombongan itu akan terus ada seperti luka yang ditimbulkan silet karena kita sering membersihkan bulu ketiak.
·         Politik praktis.
Konspirasi yang saya temukan, jika di final AFF beberapa tahun lalu, timnas juga digunakan sebagai ajang politik. Sehingga ketika ajang belum selesai, fokus mereka terbelah ketika harus menerima tawaran para pejabat dan tidak fokus untuk menang. Ini jelas membuktikan bahwa pejabat tersebut berbuat kebaikan. Apalagi ketika PSSI kala itu ditukangi oleh para pejabat dan terjadi dualisme mirip henpon cina, FIFA turun tangan sehingga PSSI tidak bisa aktif lagi walau masih ada liga-liga dari sponsor kopi muncul. Liga tidak pernah ada campur tangan pemerintah, di mana itu baik. Namun PSSI terlalu banyak orang berdasi yang disuruh melakukan lemparan ke dalam saja, rematiknya kambuh. Andai saja kalau liga negara ini bisa mensejahterakan pemain dan klub, alasan uang mungkin bisa masuk akal ketika banyak konflik di dalamnya. Di saat gaji para pemain susah dibayar, politik sepak bola kita adalah memberi simpati kepada rakyat dibandingkan indosat oreo.


  • ·         Pengalihan Isu

Ini adalah sebuah jawaban yang paling disukai oleh penggemar teori konspirasi. Seperti yang paling terkenal: NASA membuat suara petir untuk menghalangi suara perang bintang di angkasa. Sementara jika timnas bisa menang dan angkat juara, media sebagai kitab utama masyarakat akan fokus memberikan berita kemenangan ini terus menerus dan melupakan isu yang penting yang setidaknya perlu mendapat perhatian lebih seperti kekasih yang LDRan. Apa isu-isu yang lagi menghangat dan perlu dialihkan? Pemutaran film Rogue One! Film ini harus ditonton melebihi apapun yang sedang dikerjakan saat itu juga! Apalagi pemutaran perdana film ini terpaut satu hari dengan timnas main. Orang yang bijak akan menonton Rogue One sebelum turun!


  • ·         Parade Kemenangan.

Masih ingat ketika Indonesia mendapat emas di Olimpiade Rio? Apakah arak-arakan naik bus tingkat tanpa atap terlihat begitu emosional? Atau justru terbilang begitu berlebihan? Lalu jika timnas menang, apakah mereka akan diperlakukan hal yang serupa? Mengeliling seluruh pulau di Indonesia yang belum dicicipi aspal dan tidak berfokus pada ibukota? Lalu satu dua mulut pemain mengucapkan, "Piala ini untuk bangsa Indonesia," padahal dalam hati dia berteriak, "Woi Real Madrid! Kontrak gue, njing! Gue bisa bawa negara gue juara!"


  • ·         Iklan.

Pemenang Olimpiade Rio kemarin, akhirnya menjadi iklan minuman berenergi. Juga atlet lain yang berprestasi di kancah internasional, akan mempunyai slot iklan lima detik. Ketika timnas kali menang, iklan apakah yang cocok untuk mereka? Apakah iklan kondom karena gawangnya tidak kebobolan selama final? Iklan minuman berenergi lagi dan nanti mereka berteriak, "Laki jobless?"? Kenapa mereka mengiklankan minuman beralkohol dan memukul orang-orang di bar seperti salah satu mantan pemain timnas itu? Iklan sosis, iklan roti, iklan mie instan atau iklan toko online yang jelas masyarakat akan bosan melihat wajah-wajah berminyak mereka ini. 


  • ·         Thailand pantas menang.

Karena Thailand adalah tuan rumah, jadi mereka harus menang di kompetisi kali ini. Bukan karena permainan Thailand bagus dan berhasil membungkam Indonesia di laga pertama Ya karena negara Indonesia adalah negara beradab yang baik dan harus punya rasa sungkan yang tinggi bila mereka harus menang kompetisi ini bukan di negeri mereka. Mereka harus memberi sedikit penghormatan untuk Thailand dan cukup menjadi juara dua saja.

Alasan-alasan di atas setidaknya cukup mewakili bahwa timnas memang tidak diperbolehkan menang. Ada alasan lain seperti; menjaga kondisi Indonesia agar kondusif dan tidak dipenuhi oleh teriakan selama pertandingan di luar stadion atau alasan agar bandar judi tidak tekor dan tetap menjalani bisnisnya untuk membelikan anaknya honda jazz karena kalau tidak dibelikan si anak mengancam tidak mau masuk sekolah, serta alasan-alasan lain yang tetap kan menjadi alasan walau apapun alasannya.

Lalu apakah Anda tidak setuju dengan tulisan ini? Tidak masalah. Penulis masih punya banyak tulisan semacam ini yang akan terbit dalam bentuk buku di tahun 2017 yang kelak bisa Anda temui di toko buku seluruh Indonesia.

Rabu, 13 Juli 2016

HAPPY BIRTHDAY JACOB "PATHETIC" JULIAN

OH HALO JACOB
SELAMAT UMUR KE BERAPA TAHUN INI?
BAGAIMANA HIDUP?
SEMAKIN MENYESAKKAN?
HEI INI ADA SESUATU UNTUKMU.

Untuk Jacob Julian:
Kamu menginginkan wanita yang baik,
Wanita yang tidak terobsesi dengan penampilan tapi dia sangat cantik.
Wanita yang bisa kamu banggakan kepada teman-temanmu, menyukai film yang kau suka dan tertawa dengan segala leluconmu,
Wanita yang nyata, wanita yang cantik, wanita yang menawan, cantik menawan seksi seperti boneka nyata.
Hanya ingin membuatmu kagum walau kamu tak memperhatikannya,
dan hanya menggunakanmu untuk menggelitik perasaannya.
Mungkin kamu berpikir wanita ini hanya ada pikiranmu? Dia nyata, tapi kemarin dia baru saja menikah :(

Kamu ingin hidup yang sempurna, istri yang sempurna kelak tapi dalam hati kamu tahu, kamu tidak tak pantas mendapatkannya.
Tapi kamu pantas mendapatkan cinta di hari di mana kamu tak mampu memberikan yang terbaik karena kamu sampah tapi cinta mampu membersihkan sampahmu. Kamu berhak mendapatkan cinta karena itu adalah bagian indah dari hidup ini.
Kamu baru tahu semua ini karena baru saja berulang tahun. Menyedihkan.

YA ...
MENYEDIHKAN SELALU MENJADI NAMA TENGAHMU. TAHUN LALU KAU DAPAT BERAPA KEUNTUNGAN? LALU TAHUN INI KAU BERHARAP APA LAGI? MASIH BERHARAP? YAYAYAYA... MENYEDIHKAN SEPERTI MANUSIA.

TAPI SELAMAT MENGULANG TAHUN. JANGAN JADI MENYEDIHKAN

Selasa, 12 Juli 2016

(Short Story) Sinterklas Berpeci Merah Dengan Logo Palu Arit Dan Berkaos Gambar Karl Marx

Saya tidak pandai membuat judul.
Membaca judul di atas mungkin Anda akan berpikiran semacam; "Ini paling umpan-klik untuk mendapat pengunjung!" atau "Ini hanya tulisan sampah!" atau mungkin "Ini memang sampah."
Tulisan ini memang sampah--dan Anda sudah diperingati sejak membaca ini.
Tapi ketika Anda membaca cerita pendek ini sampai akhir dan berkata "Ini memang sampah", Anda sudah membuang waktu lama.
Ini hanya cerita. Sebuah cerita baiknya disebarkan. Tak perlu diambil maknanya apa. Tak suka, masukkan ke keranjang sampah. Anda suka? Berarti Anda memang pengumpul sampah.
Sudahlah. Pengantar ini begitu payah.
Jadi silakan dibacah.
Tak lupa komentarnyah.
Atau kalian memang sampah.
Hah



Senin, 06 Juni 2016

23 Mei 2016

23 Mei 2016

Kemarin malam belum tidur hingga jam 7 pagi. Tidur sebentar sebelum akhirnya bangun karena kepanasan. Indonesia terlalu panas sampai harus menghemat nafas agar tak kehabisan oksigen. Sebelum akhirnya melanjutkan tidur sampai sore walau sekarang sudah jam 3 siang, mengirim pesan kepada teman untuk tanya apakah buku yang kucari sudah ada belum. Dia mengirimkan foto buku tersebut dan tidur tak jadi dilanjutkan.

Dengan sisa uang yang ada, membeli buku sekalian beli rokok, rujak buah dan kopi. Rokok yang dicari dan penjual rujak buah sudah tutup dan teman tadi menunjukkan foto anaknya yang masih di dalam kandungan. Foto USG-nya detil sekali. Sempat mengira bahwa harus memasukkan selang yang ada kamera ke dalam vagina istrinya tapi dia mengatakan bahwa sekarang sudah canggih. Mungkin kelak mereka akan menemukan alat USG untuk menemukan tuhan di dalam tubuh masing-masing manusia. Kalau tidak ada, mereka bisa menuntut agama yang mereka anut.

Pulang dari toko buku akhirnya mampir ke warung kopi yang ada wifinya untuk mengunduh album baru Architects. Album ini punya judul yang unik sehingga layak dijadikan koleksi, Semua Tuhan Kita Sudah Meninggalkan Kita. Dari judul album serta judul lagu pertama saja--Nihilis, membuktikan ini album yang telah lama dinanti. Namun liriknya masih mengambang, maklum bahasa Inggris dengan suara seperti orang tercekik tak mudah untuk dipahami.

Kopi masih mengepul, teman mengajak ke tempat kopi lain via pesan. Di depan ada seorang pria agak tua, mungkin umur 50an awal dengan kulit merah cokelat terbakar panas membungkus tubuhnya yang kecil dan ringkih, kopinya habis rokok di tangan tatapan matanya kosong. Sesekali dia menatap ke jalan sebelum ada pria yang seumuran, mungkin, datang duduk di sampingnya dan mereka tidak saling kenal sebelum akhirnya ada ibu-ibu kehilangan keseimbangan jatuh tertimpa motor di depan warung. Beberapa sudah berlari menolong sehingga tak perlu lagi ada bantuan tambahan.

Unduhan sudah selesai saatnya menyapa beberapa teman lain. Nongol di grup yang harusnya tidak perlu muncul. Lalu perbincangan terdengar.

Dengan bahasa jawa sehari-hari, pria kecil tadi bicara dengan nada memelas di samping pria kacamata yang mengaduk es teh sambil membuka BB torch.

"Apa mungkin Anda punya kerjaan untuk saya? Saya sudah empat bulan menganggur. Betulan sudah empat bulan ini. Betul itu."
"Wah apa ya pak."
"Saya bisa membantu Anda."
"Tapi lagi nggak ada yang perlu dibantu."
"Gitu ya. Sejak saya pindah ke perumnas, saya sulit mencari pekerjaan. Dulu ada lalu pindah. Mencari sampai sekarang nggak ada. Cuma buat jajan anak saya ini. Satu-satunya. Cewek. Umurnya lima belas tahun."
"Lha dulu kerja apa?"
"Serabutan."
"Bukannya serabutan itu enak?"

Hape sudah drop. Membawa powerbank tapi tak membawa kabel. Harus pulang.
Orang tidak akan cukup bangga punya tabungan 500 ribu di dalam ATM. Itu satu-satunya harta yang ia miliki.
Sering melihat struk ATM yang tertinggal. Kadang tersenyum melihat angka yang tersisa jauh lebih banyak dari angka yang diambil. Kalau kebalikannya mungkin pengambilan terakhir itu untuk keperluan yang mendesak. Menambal ban bocor semisal.
Kopi. Rokok. Serta pandangan kosong dan tulisan ini tak mampu menyelamatkan nasib yang terjepit oleh jurang kenyataan.

macbeth